SEJARAH DESA

img_20161123_124619SEJARAH DESA SIMA
SIMA yang berasal dari kata “SAMA” yang artinya bahwa ditengah-tengah desa ada suatu gunung yang dibelah oleh jalan raya Moga-Karangsari dan gunung tersebut terdapat disebelah timur jalan raya dan sebelah barat jalan raya, dengan ketingian sama dalam arti bahasa jawa adalah pada.
Di sebelah gunung sama terdapat genung kelir pula, maka dari itu warga masyarakat desa sima dilarang nanggap wayang kulit.
Konon ceritanya yang pernah dituturkan oleh tokoh masyarakat Desa Sima yang bernama H. Ibrohim Tarwadi, beliau adalah menjabat sebagai Kepala Desa Sima sejak Jepang s/d Tahun 1972. Dan beliau adalah keturunan Kepala Desa yang ketiga, saat menjabat kepala Desa Sima beliau adalah orang yang sangat arif dan bijaksana, sehingga warga masyarakat merasa tenang dan tentram.
Demikian sekilas sejarah Desa Sima Kemudian sejarah Pemerintah Desa Sima berikutnya adalah Kepala Desa yang dipilih secara langsung oleh masyarakat yang bernama Bapak MS. Buchori beliau menduduki jabatan kepala Desa sima yang keempat, kebetulan beliau adalah menantu dari Bapak Ibrohim Tarwadi, semasa Bapak MS. Buchori menjabat sebagai Kepala Desa sangat supel dengan kalangan atas dan sangat perhatian akan segala kebutuhan masyarakat terutama dibidang pendidikan,baik sarana maupun prasrana. Sehingga sampai berhasil memperjuangkan pembangunan gedug-gedung SD di Desa Sima.
Pada waktu itu namanya gedung SD Inpres tahun 1974, Alhamdulillah sampai sekarang di Desa Sima memiliki 7 gedung SD Negeri 1 sampai SD 7, beliau menjabat sebagai Kepala Desa sejak tahun 1974 d/1982.
Kepala Desa Sima yang kelima juga dipilih langsung oleh masyarakat pada tahun 1982 s/d 2002, yaitu bapak Waedi HI. Kebetulan menjabat dua kai periode, beliau adalah masih keturunan dari bapak H. Ibrohim Tarwadi (Anak).
Adapun keberhasilan yang dicapai kepala desa yang kelima adalah antara lain:
– Terbangunnya kantor Kepala Desa, Kantor Sekretaris Desa kantor LPMD, dan PKK.
– Terbangunnya jalan-jalan aspal antar dukuh maupun antar desa
– Terbangunnya saluran air / irigasi sepanjang 2 km dari curug senini sampai dengan wangan asem
– Terbangunnya jaringan air bersih sepanjang 3 km yang meliputi 3 dukuh.
– Terbangunnya senderan
Kepala Desa yang keenam dipilih langsung oleh masyarakat yaitu Ibu Rifatul Rossidah, mulai dari tahun 2002 sampai dengan 2912 beliau adalah masih keturunan Bapak H. Ibrohim Tarwadi ( cucu) anak dari Bapak Waedi HI.
Adapun keberhasilan yang dicapai antara lain:
– Terbangunnya “POLINDES”
– Terbangunnya akses jalan-jalan baik jalan desa, gank,lorong dll.
– Terbangunnya jaringan air bersih sepanjang 9 km.
– Terbangunnya Mushola di balai desa sima
– Terbangunnya jalan TPU
– Pemugaran Rumah Tidak Layak huni
– Pengaspalan jalan
– Terbagunnya jalan Rabat Beton
Kepala Desa yang ketujuh dipih langsung oleh masyarakat yaitu Bapak Irkhamudin, beliau anak dari H. Taidin menjabat mulai dari tahun 2012 sampai dengan sekarang ,adapun keberhasilan yang dicapai antara lain:
– Jalan Aspal sepanjang 200 m dk. Krajan
– Jembatan di Dk, gintung
– Jalan rabat beton sidekil
– Jalan makadam sepanjang 1000 m dk. Tretep
– Perbaikan lapangan Desa Sima
– Jembatan dukuh gintung rw.10
– Perbaikan Rumah tidak layak huni
– Pengaspalan jalan
– Rabat beton dk. Pingit
– Saluran air atau Draenase
Demikian sekilas sejarah dan kondisi desa sima dan pemerintah desa sima.
Adapun sumber data yang diperoleh dari cerita dan sejarah yang dituturkan oleh masyarakat secara turun temurun.
Adapun sumber data pemerintah desa berasal dari saksi yang masih hidup dan arsip desa yang ada.
Demikian sejarah ini ditulis untuk menjadi gambaran kebutuhan pembangunan serta pengetahuan warga masyarakat Desa Sima, bahwa untuk kebutuhan pembangunan yang dibutuhkan oleh warga masyarakat adalah yang menunjang pada sektor:
– Sarana prasarana jalan aspal dan rabat
– Sarana prasarana penddikan Anak Usia Dini ( PAUD)
– Sarana dan prasrana jaringan air bersih
– Sektor pertanian, ekonomi dan sosial.
Kekurangan data yang tidak tertulis semata –mata karena tidak adanya data/sumber yang bisa kami kumpulkan. Akan tetapi dari beberapa data/ sumber yang ada, paling tidak bisa memberi gambaran kebutuhan pembangunan diwilayah kami untuk enam tahun kedepan